Pakai mode DARK - NIGHT biar ga silauwww :-p

Kisah penemu teknik penyembuhan patah tulang dengan gips.

Pernahkah anda menderita patah atau salah tulang dan dirawat di rumah sakit? Agar tulang yang bergeser dari tempatnya itu baik dan bersambung kembali, pastilah bagian tulang anda yang patah itu digips atau dibalut semacam semen. Tapi tahukah anda, bahwa penemu teknik penyembuhan patah tulang dengan gips itu adalah seorang ahli kedokteran Muslim bernama Abu Al-Zahrawi?

Abu Al Zahrawi adalah seorang tabib dan ahli bedah bangsa Arab yang menjadi penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan gips, sebagaimana dilakukan dalam masa modern ini. Dialah orang pertama yang memperkenalkan dan menggunakan tulang siku atau lutut yang bergeser dari tempatnya semula.

Sebagaimana seorang ahli kedokteran, Abu Al Zahrawi meninggalkan warisan yang amat berharga bagi kemajuan ilmu kedokteran. Karya tulisnya yang sangat monumental ihwal pengobatan dan pembedahan itu merupakan semacam ensiklopedi yang berjudul Kitab Al-Tasrif li Man Ajiza ‘an Al-Ta’alif. Kitab ini tersusun dari 30 risalah dan merupakan buku pegangan yang amat lengkap mengenai “seni pengobatan”.

Abu Al Zahrawi, seperti tercermin dari namanya, lahir di kota Al-Zahra, suatu “kota kerajaan” dekat Kordoba Andalus–yang sekarang dikenal sebagai Spanyol. Kota Al-Zahra dibangun pada 936 M/324 H. Oleh Khalifah Abd Al-Rahman Al-Nasir III (menjadi khalifah pada 912-961 M) sebagai penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalus. Ayahanda Abu Al Zahrawi bernama Abbas, dan keluarganya, menurut sejarah, berasal dari Madinah. Dan menurut Leo Africanus, penulis biografi Al-Zahrawi, ahli kedokteran Muslim ini wafat pada 1013 M/404 H.

Baca juga:  Kisah Cinta Abadi
[su_box title=”Baca juga” style=”default” box_color=”#F73F43″ title_color=”#FFFFFF” radius=”0″] Biola Berdawai
Bencana Alam Perdana
Budak, Perempuan, Non-Muslim
Buku, Manuskrip, Unta
[/su_box]

Al-Zahrawi adalah salahsatu di antara tabib Muslim yang terbesar. Ia seorang Muslim yang taat. Ahli penulis dari perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan, bahwa Al-Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi. Sebagian besar pelayanan kesehatan yang dilakukannya terhadap para pasien adalah tanpa bayaran, karena pengobatan yang diberikan dianggapnya sebagai sedekah.

Al-Zahrawi juga dikenal sebagai tabib pribadi Khalifah Al-Hakam II. Tetapi tidak syak lagi, ia adalah ahli bedah yang mempunyai pengaruh amat besar terhadap ahli kedokteran Eropa dan Yahudi, sedikitnya sampai abad ke-18 M. Di kalangan Barat, dia dikenal dengan nama yang dilatinkan yaitu Albucasis. Banyak bagian dari ensiklopedi karangannya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Ibrani, dan bahasa Spanyol kuno pada pertengahan abad ke-13 M.

Terjemahan Kitab Al-Tasrif pertama kali diterbitkan secara lengkap oleh Penerbit De S Grimm di Augsburg pada 1519 M. dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii. Salahsatu risalah buku itu dialihbahasakan ke dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13, dan pertama kali diterbitkan di Venice pada 1471 M dengan judul Liber Servitoris. Risalah lainnya dari kitab itu ihwal pembedahan diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona di Toledo pada paruh kedua abad ke-12 M, dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia. Keterkenalan karya-karya tulis Al-Zahrawi dengan cepat tersebar ke seluruh deretan Eropa. Beberapa edisinya diterbitkan di Venice antara 1477 dan 1545 M. John Channing belakangan menerbitkan risalah ihwal bedah dari Al-Zahrawi dalam bahasa Arab dan Latin di Oxford pada 1778 M. Kemudian, Lucian Leclerc mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Prancis dan diterbitkan di Paris pada 1861.

Baca juga:  Diskriminasi Sistemik dan Feminisme

Banyak tabib ahli bedah Eropa yang mengikuti ajaran-ajaran Al-Zahrawi, salah seorang pengikutnya yang pertama adalah Leo Africanus, yang menulis biografi Al-Zahrawi dalam bukunya De Viris quibusdam illustribus opud Arabes. Pengikut lain: William de Saliceto (abad ke-13), Guy de Chauliac, ahli bedah termasyhur Eropa (abad ke-14 M) dan pengikutnya yang terkenal pada abad ke-15 ialah Fabricius.

Meskipun demikian, kepopuleran Abu Al Zahrawi tidak mendapatkan tempat yang demikian tinggi dalam dunia Islam seperti di Eropa. Baru pada abad ke-15 M, tabib terkenal Turki, Sabubjouglu Sharaf Al-Din ibn Ali Al-Hajj Ilyas menerjemahkan risalah Al-Zahrawi perihal perawatan bedah ke dalam bahasa Turki, lengkap dengan ilustrasi terperinci.

Penggunaan Gips

Salahsatu sumbangan Al-Zahrawi yang paling terkenal pada ilmu kedokteran adalah penggunaan gips. Ia menguraikan hal ini dalam bab ke-27 kitab kedua dan risalahnya. Pertama-tama dia membicarakan tentang salah tulang yang dapat dirawat dengan penarikan dan selanjutnya menganjurkan penggunaan gips dalam kasus yang lebih gawat.

Baca juga:  Jomblo Fundamentalis

“Jika salahsatu patah tulang tidak bisa ditarik pelan-pelan, cobalah tarik lebih keras, biar tulang itu kembali pada tempatnya. Untuk itu, perlu ada dua asisten lain memegangi pasien dari tarikan. Kemudian, lengan harus diputar dengan balutan kain panjang atau pembalut yang lebih besar. Sebelum tabib (dokter) memutar tulang sendi pasien, ia harus meminyaki tangannya dengan salep, begitu juga para asisten. Dengan memberi minyak, dia menggerakkan tulang sendi; terakhir tabib harus mendorong tulang sendi sampai ia kembali ke tempatnya semula.”

Lanjutnya, “Pasca tulang itu ditarik, tabib harus melekatkan gips yang mempunyai obat penahan darah dan kualitas penyerap. Kemudian diberi putih telor dan membalutkan suatu perban yang ketat dan menggantungkan lengan pasien ke lehernya untuk beberapa hari. Kemudian lepaskan gantungan itu, dan jika tulang sendi telah tepat pada tempatnya, mak buka semua balutan. Dan kalau tulang sendi itu belum sepenuhnya tepat pada tempatnya, maka ganti gips dan pembalut, dan biarkan beberapa hari sampai betul-betul tepat.” Demikian antara lain keterangan Abu Al Zahrawi.

Perawatan dengan gips dalam nuansa modern sekarang boleh jadi dilakukan dengan cara yang lebih sempurna. Namun itu sulit dikatakan berbeda jauh dengan teori asli yang dirintis para tabib Muslim seperti Al-Zahrawi di masa lampau.[]

alzahrawi - Abu Al-Zahrawi

Abu Al-Zahrawi

Komentar Anda
Kuy, disebarkan...
Tidak ada artikel lagi