Gua Boki Moruru

Pakai mode DARK - NIGHT biar ga silauwww :-p

Esai foto

Akhir pekan kemarin, bersama seorang kawan, kami mengeksplorasi kembali Batu Lubang atau Gua Boki Moruru di kampung saya, Sagea, Halmahera Tengah.

Pukul 21 malam kami bergerak dari delta di mulut gua menggunakan padlleboard. Tiba di gerbang, kami mulai berjalan melewati medan berlumpur dan curam.

Berbekal 3 buah senter, membawa kami hingga sampai pada area yang dinamakan batu kaca atau batu putih. Area ini terdapat ribuan stalaktit dan stalagmit, batuan kristal putih. Saya tidak tau istilah-istilah ilmiahnya 😝 tapi karakteristik dan motifnya bermacam-macam.

Rasa penasaran membuat kami terus berjalan menjelajah hingga jam 1 dini hari. Di beberapa area kami mengikuti jejak ekspedisi tim dari Perancis tahun 1988 yang meninggalkan penanda berupa benang dan jejak tim ekspedisi Karfapala Unkhair beberapa tahun silam.

Baca juga:  Kisah Tiga Kampung di Lembah Code

Jika mengacu pada peta yang dibuat tim ekspedisi dari Perancis, penjelajahan kami malam itu berkisar 2 kilometer. Penjelajahan ini memang butuh nyali tinggi dan melawan rasa takut, mengingat peralatan kami yang sederhana, juga kisah mistis yang melingkupi gua ini.

Singkatnya, keindahan dalam perut bumi Halmahera ini sebagian saya tampilkan lewat foto di bawah ini. Ah iya, Goa Bokimoruru saat ini sedang diusulkan menjadi kawasan bentang alam karst untuk selanjutnya diajukan jadi kawasan geopark.[]

keren pol cover e - Gua Boki Moruru

 

Komentar Anda
Kuy, disebarkan...
Tidak ada artikel lagi