Pakai mode DARK - NIGHT biar ga silauwww :-p

ALKISAH, penemuan es dan makanan penutup beku lainnya dimulai di negeri Tiongkok. Kemudian ia melaju ke arah barat, seperti India, Persia, dan Arab. Salah satu metode pembekuan ala “sweetmixtures” ini adalah dengan menggerakkan cairan manis terhadap sisi wadah logam, yang terletak di sebuah bejana yang penuh dengan es. Pengadukan yang konstan dan terus-menerus, dalam ruang yang bercahaya lapang dapat mencegah terjadi pengerasan, serta potongan es yang hambar. hikayat es krim

Namun, pasca Nero berkuasa di Kekaisaran Romawi pada 54 Masehi, dia mengirim pasukannya  ke pegunungan es Apennine untuk mengambil salju dan es. Kombinasi itu kemudian dicampur dengan berbagai buah, madu, dan jus. Rasa Romawi dalam dessert–makanan pencuci mulut–yang dingin ini, akhirnya bergeser dari mud fruit (buah lumpur) ke mecla (es susu).

Setelah 900 M, para pembuat sherbet (es yang semula berbahan dasar jahe) asal Arab–di Nusantara lebih dikenal sebagai es kelapa (degan),–mendirikan usaha di Sisilia (Italia). Mereka mengolah minuman sirup buah dingin yang telah populer masa itu menjadi sherbet.

Orang Arab menjelajahi ketinggian Gunung Etna untuk mencari es, yang memasok dapur-dapur pembaharu dalam membuat es krim, es puding, dan granitas (es rasa). Gula-gula diaduk-aduk dalam proses yang berulang-ulang dan membosankan, untuk menggores potongan es menjadi serpihan-serpihan, lalu menjadi bubur. Bermula sebagai dessert yang manis-dingin kesukaan masyarakat Sisilia, ia kemudian berkembang menjadi sajian gelato (es gula-gula), gramolata (berisi bulir-bulir es yang halus), spongata (es krim yang beku), spumoni (es krim berlapis dengan buah dan kacang-kacangan), dan zabaglione ghiacciato (es krim berbasis telur).

Hingga 1000 M, pembuat es krim di Sisilia masih mengikuti tradisi topping dalam gelas teh dingin dengan gundukan pipih granita di limone (es lemon) ini. Pada 1200-an, penjelajah legendaris Marco Polo kembali ke Venesia dari persinggahannya di Cina dan menulis laporannya ihwal perjalanan, The Travels of Marco Polo (kira-kira pada 1299). Ia menerbitkan sebuah resep untuk es sherbet, minuman buah yang di Italia disebut sebagai sorbetto (minuman beku), dan hingga kini, es gula-gula lainnya pun masih dijual di sudut-sudut jalan dan dibuat di dapur-dapur rumah tangga pada pergantian abad keduapuluh satu.

Baca juga:  Tjamboek Berdoeri

Pada pertengahan abad keenam belas, Catherine de Medici, istri dari Raja Perancis Henry II, membawa serta  para pembuat kue khas Italia dan spesialis es krim Sisilia ke tanah air barunya ini. Dengan semangat yang berkobar, ia memperkenalkan minuman lezat non-alkohol kepada bangsa Prancis: pigghiata di gelati (pengambilan es) dan kenikmatan dari jeruk dingin, limun, sitrun pahit, air bunga kamboja, dan sherbet. [su_box title=”Baca juga :” style=”default” box_color=”#F73F43″ title_color=”#FFFFFF” radius=”0″] Biola Berdawai
Bencana Alam Perdana
Budak, Perempuan, Non-Muslim
Buku, Manuskrip, Unta
Al Razi
[/su_box]

Seorang arsitek asal Tuscan, Bernardo Buontalenti menemukan teknik untuk mengocok susu, gula, dan kuning telur ke dalam gelatofor dalam acara pernikahan kerabat wanita pihak Catherine, pasangan Marie de Medici dengan Henry IV dari Perancis pada 1600. Dalam sebuah Salone dei Cinquecento (ruang makan berkapasitas 500 orang) di Florence Palazzo Vecchio, Buontalenti membuat tiga ratus tamunya berdecak kagum oleh kenikmatan minuman madu dan susu sherbet-nya.

Es krim dengan rasa buah dan kelopak mawar menjadi kegemaran selama era Renaissance. Pada 1600, Pembuat desserts asal Sisilia, Francisco Procopio de ‘Coltelli, terinspirasi oleh Caffé Florian, sebuah Piazza San Marco yang populer di Venesia (Italia), memperkenalkan sherbet dan es krim ke publik Paris. Dalam satu dekade, ia telah mempopulerkan rasa dingin, menggoyang lidah rasa manis pada setiap musim panas di Café Procope di Rue des Fossés-Saint Germain. Keberhasilannya melahirkan Café Napolitain di Boulevard des Italiens, yang masih berkerabat dengan Limonadières, pemilik toko yang mengkhususkan diri dalam minuman ringan. Yang terakhir ini kemudian bekerja di bawah sistem lisensi untuk mengatur perdagangan.

Sejak 1790-an, Prancis diakui sebagai bombe glacee, spesialis pembuat gula-gula berbentuk cetakan bombe dengan tutup kemasan yang rapat. F. Vincenzo Corrado, penulis La Manovra della Cioccolata et del Caffe (The Making of Chocolate and Coffee, 1794) memperinci resep untuk sherbet cokelat itu, yang pembuatannya dilakukan dengan cara menimbun di dalam salju berlapis dengan garam untuk proses pembekuan.

Baca juga:  Kapitalisme yang Dibangun di Bawah Bidikan Senjata

Dalam perkembangan selanjutnya, para koki menambahkan kuning telur dan sirup kepada parfaits–es krim yang berisi buah-buah yang beku dan disajikan dalam gelas tinggi. Mereka membekukan buah dalam es krim, dengan memberinya meringue kecokelatan di atasnya, dalam ramuan yang dikenal sebagai omelet à la norvé gienne (norse telur dadar). The Spoom atau Meringue Italia–anggur yang dicampur atau jus buah yang dimasak, kemudian membeku menjadi sherbet dan disajikan dalam gelas.

Di benua Amerika, bahan pokok pembuatan es krim dapat ditemukan di antara Ingalik dari Hilir Sungai Yukon (Kanada Barat). Pembuat Desserts mencampur kapuk polong, buah, dan minyak dengan salju untuk membuat hidangan seremonial. Ia dicampur dengan minyak ikan a-gu-tuk atau hati ikan, salju, buah berry, dan pemanis dengan ditumbuk lemak karibu. Para misionaris Protestan  mentahbiskan campuran berbusa ini sebagai “es krim Eskimo”.

Penduduk baru (koloni) di Amerika Utara dengan cepat menambahkan makanan es untuk menu mereka, kemungkinan sebagai akibat dari pengaruh kuliner Prancis atau Italia. Pada 1744, William Black melaporkan, bahwa istri Thomas Bladen, Gubernur Maryland, yang berasal dari Perancis, menyajikan es krim yang dibuat dari dapur Annapolis-nya.

Para koki, tukang roti, dan penjualan gula-gula perantauan asal Perancis pasca-Revolusi Perancis (1789) adalah anugerah untuk tradisi kuliner “dunia baru”. Kedatangan emigran ini didahului oleh investasi dalam pelbagai usaha, seperti: es krim, toko roti, bistro, dan kafe. Semuanya menampilkan resep cita rasa khas Eropa. Bosse, koki di hotel Philadelphia New Caveau, memperkenalkan es krim pada 1800.

Di Inggris, permintaan es untuk makanan penutup dan minuman menghasilkan ledakan impor bagi Norwegia. Dipromosikan oleh Agnes B. Marshall, yang mulai memimpin National Training School of Cookery pada 1883, melahirkan penggunaan es sub-industri pada gelatin, cetakan timah, freezer es krim, dan gua es. Marshall kemudian menerbitkan buku Ices Plain and Fancy: The Book of Ices (1885), berisi ringkasan dari 177 resep yang mendorong konsumsi atas es, serta persediaan makanan dan peralatan yang dijual dengan merek dagang London Warehouse-nya. [su_box title=”Baca juga :” style=”default” box_color=”#F73F43″ title_color=”#FFFFFF” radius=”0″]

Baca juga:  Gerakan Umat Beriman
Abu al Zahrawi
Timurlenk
Halal dan Haram
Sang Pemula
Catatan Kaki dari Amuntai
[/su_box]

Di Amerika Serikat, Robert M. Green mungkin merupakan ‘pencipta tak sengaja’ pertama atas sundae (es krim sirup cokelat). Dia secara sembunyi-sembunyi telah mengganti soda dengan es krim vanila setelah kehabisan persediaan pada 1874 di Franklin Institute of Pennsylvania. Pada 1881, Ed Berners, pemilik kedai es krim di Two Rivers, Michigan, memimpin penciptaan lebih disengaja dari es krim sundae. Ketika George Hallauer memesan es krim dengan topping sirup cokelat, dia mulai menjadi sebuah trend yang diperpanjang untuk sari berlapis es krim dan variasi lainnya. George Giffey Manitowoc, asal Michigan, memperkenalkan istilah sundaeby; menawarkan ramuan sebagai sajian minggu nan spesial.

Beberapa kisah asal-usul bentuk kerucut pada pegangan es krim telah beredar dalam sejarah kuliner. Seorang tukang gerobak es krim Italia-Amerika, Italo Marchiony, mengklaim bahwa dia telah menemukan wadah pegangan praktis (dan bisa dimakan) bagi pembeli es krimnya di daerah Wall Street, pada 22 September 1896, dan dipatenkan tujuh tahun kemudian. Pada 1904, seorang Suriah-Amerika pembuat wafel, Ernest A. Hamwi, berbentuk sebuah zalabia (semacam kue) menjadi tumpah ruah untuk memegang es krim di sebuah stan World’s Fair miliknya, saat kehabisan piring. Perusahaan Cornucopia Waffle miliknya lalu berkembang menjadi Perusahaan Missouri Cone.

Selanjutnya, es krim menjadi makanan populer dan mendunia sejak 1940-an, hingga kini. []

hikayateskrim - Hikayat Es Krim

Hikayat Es Krim

 

Komentar Anda
Kuy, disebarkan...
Tidak ada artikel lagi