Seni dan Sastra

malioboro

Meludahi Jalan Malioboro

Aku mengagumi Yogya sejak aku menyukai puisi. Dulu seorang teman pernah menceritakan bahwa Yogya di setiap sudut jalan-jalannya ada banyak sastrawan, belok kana...
Seni adalah Pemberontakan

Seni adalah Pemberontakan

Hubungan ideologi dan realitas dalam ekonomi-politik, bak jauh panggang dari api. Baik dalam payung komunisme maupun kapitalisme, posisi seni sangat rentan menj...
Pram Pramoedya Ananta Toer

Pram

“Sejarah itu tempat berangkat... Sejarah itu awal dari semuanya. Kalau itu pun nggak disadari, semua kacau-balau seperti sekarang ini” (PAT). SUATU siang, tubu...
memorat cerpen m adi winarto

Memorat

Pada sepasang matanya kutemukan sesuatu yang aneh. Muara darah yang berlumur hitam. Serasa darah apkir sapi yang menjadi tumbal di rumah jagal. Mengalir beg...
keluarga march

Gadis-gadis Keluarga March

Kisah ini bermula dari empat orang gadis Keluarga March yang hidup di Massachusetts, Amerika Serikat. Mereka adalah Margaret alias Meg, Jospehine alias Jo, ...
tragedi

Tragedi

Cinta dan duka itu tampak serupa tapi tak sama dan tak dapat dipisah. Ada yang bilang keduanya seperti sungai dan laut, yang selalu bermuajah di muara. Mung...
raja singa sipilis

Raja Singa

“Penis Lelaki Memang Merupakan Masalah Dunia, ... Alkisah, pada 1849, sastrawan Gustave Flaubert, pengarang Madame Bovary dan karya-karya klasik lainnya, b...
darah

Darah

Sejak kecil aku sangatlah suka dideh. Setiap hari tak tak menyantapnya rasanya selang-selang yang berada di ruang perut terasa serret, sesak, karena penuh s...
perbudakan

Melawan Perbudakan

“Tidakkah setiap orang Kristen Amerika berhutang kepada ras Afrika, sedikit upaya guna memperbaiki berbagai kesalahan yang telah dilakukan bangsa Amerika kepa...
raung ruang

Raung dalam Ruang

Raung berulang tahun pada tanggal 1 Februari, duapuluh tahun silam. Dulu, ketika Raung masih berusia 5 tahun, ayah ibunya sering melihatnya dengan tatapan n...
surat dari kanada

Surat dari Kanada

Abote kaya nyangga telese udan. Paite kaya nyangga lakune jaman. Cirebon, 2017 Untuk apa hidup jika hanya menunggu mati. Untuk apa berkarya jika hanya mengha...