Pakai mode DARK - NIGHT biar ga silauwww :-p

Apakah itu simbol keislaman?

Seorang arsitek pernah mengeluhkan kliennya yang minta desain masjid yang sangat bagus yang dia buat harus direvisi. Sebabnya hanya satu, masjid itu tak ada kubahnya.

Belakangan ini kubah menjadi hal utama dalam bangunan masjid. Seolah-olah, tanpa kubah, masjid bukanlah masjid. Kubah bahkan menjadi simbol keislaman yang identik dengan keimanan.

Benarkah kubah identik dengan Islam?

Sebenarnya tidak. Kalau kita menelusuri sejumlah hadits, kita akan dapati bahwa bangunan masjid di masa Nabi SAW tidak memiliki kubah. Bahkan, tidak memiliki atap yang penuh. Atap hanya ada di bagian pinggir dekat dinding.

Kubah mulai masuk dalam khazanah arsitektur Islam dan masjid saat umat Islam melakukan ekspansi dan penaklukan ke kawasan di luar Hijaz (Jazirah Arab). Diceritakan, bagaimana pasukan Islam terbengong-bengong dengan kemegahan bangunan di kawasan lain, seperti Irak (Mesopotamia), Syam (Suriah, Lebanon, dll).

Baca juga:  Sesisir Pisang di Surga

Saat itu, kubah dipakai di banyak aula para penguasa Persia, Mesopotamia, dan Romawi, karena itu adalah teknik yang paling memungkinkan untuk membuat atap lebar tanpa ada beton cor seperti sekarang ini. Kubah dibuat dengan susunan batu-batu yang saling menekan.

Teknik inilah yang kemudian dipakai untuk membuat masjid yang juga memerlukan ruang lebar seperti aula. Menurut catatan Aga Khan Architecture Awards, teknik ini dipakai di daerah-daerah yang tidak terlalu banyak memiliki sumber kayu besar, seperti di kawasan Timur Tengah.

Adapun di Nusantara, sejak zaman dulu, karena memiliki sumber pada kayu yang besar, memiliki atap berbeda. Masjid-masjid Nusantara di masa lalu memakai atap sesuai dengan bangunan di daerah tersebut. Misal, atap limas untuk masjid-masjid di Jawa.

Baca juga:  Catatan Kaki dari Amuntai

Jadi, apakah kubah itu adalah simbol keislaman? Kalau merunut sejarahnya sih, tidak.[]

coverkubah - Sejarah Kubah

Komentar Anda
Kuy, disebarkan...
Tidak ada artikel lagi