Selamat Hari Raya Iduladha

Pakai mode DARK - NIGHT biar ga silauwww :-p

Seri Foto Arif RH

Di teras masjid Quwwatul Islam pada momentum perayaan kurban, seorang panitia bertanya kepada ustaz, “Taz, kalau ada non-muslim yang bantu bagaimana? Nanti dapat daging gak?”. Si Ustaz tersenyum, lalu menyampaikan, “asal bukan yang menyembelih, ya gak masalah. Kalau bantu-bantu berarti dikasih juga jatah panitia”.

Sesaat setelah panitia itu pergi, Si Ustaz kemudian bercerita kepada saya tentang partisipasi orang non-muslim yang ikut mendukung perayaan kurban. Ada yang membantu dengan biaya ada pula yang hanya tenaga. “Tantangan terberat kita sekarang, bagaimana menjaga kerukunan,” ucap Si Ustaz menjelang akhir obrolan.

Di masjid Quwwatul Islam, saya pun menyaksikan, bagaimana anak-anak hingga yang sepuh, baik laki-laki maupun perempuan, semuanya berkumpul merayakan kurban. Mereka saling berkerjasama, ada yang menyisil daging, menyediakan cemilan, sibuk angkat-mengangkat, menimbang daging supaya beratnya sama, hingga membungkus untuk warga kampung serta jatah penarik becak dan kaum duafa.

Baca juga:  Panen Ikan

Ketika gema takbir berkumandang, para remaja memulai perjalanan menuju rumah-rumah warga. Dari gang ke gang, dari pintu ke pintu, bungkusan yang sama mereka bagikan secara merata. Yang menerima kemudian membalas dengan senyuman, ucap syukur dan terimakasih, bahkan jus jambu yang diberikan oleh seorang non-muslim.

Nampak, perayaan kurban telah menyatukan antar generasi, gender, status sosial, etnik maupun agama. Batasan-batasan yang ada pada tiap kelompok telah dikurbankan untuk mendapatkan keakraban. Pada momentum ini pula saya mendapati bahwa merayakan kurban adalah merayakan kerukunan.

Selamat Hari Raya Iduladha. Selamat Merayakan Kurban. []

Yogyakarta, 2016

kambing - Selamat Hari Raya Iduladha

Komentar Anda
Kuy, disebarkan...
Tidak ada artikel lagi