Rp148.000 Rp133.200

Tersedia

“Setidaknya buku ini akan memanjangkan ingatan kita tentang COVID-19. Sudut pandang budaya yang dipilih, mengajak kita bebas mengintip berbagai rupa Corona yang tidak melulu sebagai kengerian. Lebih jauh lagi, buku ini akan memberi pemahaman agar kita jangan takut malam saat mentari menjelang, karena pagi pasti kembali datang. Sambil nyeruput kopi, buku ini akan jadi teman baik untuk melewati sore. Yuk saling jaga antar-tetanggaf (Ganjar Pranowo, GubemurJawa Tengah)

“Tak pernah terbayangkan, selama beberapa bulan ini industri pariwisata terpuruk dan masih gamang kapan akan kembali pulih. Bagi saya yang bergerak di bidang perhotelan, buku ini sangat bermanfaat. Terima kasih atas tambahan ilmu dalam buku (Aris Retnowati, General Manager Hotel di Yogyakarta)

“Pandemi itu musibah. Bencana kolektif yang menghajar dunia. Siapa pun terserimpung. Kita tak pernah tahu kapan wabah ini rampung, dan karenanya kita berjalan ke depan dituntun teka-teki. Hanya bisa menerka-nerka saja. Itu sebabnya, ketika para akademisi membaca, merekam dan mencatat tanda-tanda zaman itu, kita merasa beruntung karena lalu memiliki dokumentasi penting: berbagai refleksi dan percik pemikiran seperti termuat dalam berbagai esai di buku ini. Ini kepingan-kepingan pikiran, yang memberikan sumbangan penting sebagai catatan sejarah. Kelak dibaca oleh generasi baru yang tak pernah ikut merasakan menjadi korban bencana ini. Betapa pun, sungguh saya sangat meng hargai. Syalomf (Butet Kartaredjasa, pekerja seni)

“Buku yang sangat luar biasa! Menginspirasi untuk lebih mengenal, memahami dan mengubah paradigma masyarakat dan pemangku kebijakan dalam menghadapi pandemi COVID-1 9. Membaca buku ini, orang dapat menghadapi “New Normal”atau “Tatanan Baru”. Beradaptasi dengan COVID-19 secara tepat. Buku ini menuntun pembaca untuk belajar menghadapi realitas Pandemi COVID -19:’ (Dokter Lina Nurbaiti, Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Tim Gugus COVID-19 Nusa Tenggara Barat)

Peristiwa menularnya penyakit tertentu secara luas dan berskala besar, yang telah terjadi berkali-kali dalam sejarah, selalu melenyapkan praktik kebiasaan hidup atau pemahaman tertentu yang sudah ada, lalu memunculkan pemahaman-baru dan praktik-baru tertentu dalam kehidupan masyarakat. Peristiwa itu melampaui sektor kesehatan dan kedokteran, menyelusur sektor ekonomi dan daya tahan pangan, menantang sektor politik dan kebijakan-publik, dan menghantam infrastruktur sosial masyarakat. Karena multi-dimensionalnya persoalan, upaya penanganan dan penyelesaian menuntut pendekatan yang juga multidimensional. Sayangnya, pendekatan multidimensional itu sering absen. Buku ini mengulas pemahaman, refleksi dan proses-baru pembentukan pengetahuan tentang dimensi-dimensi sosial sehari-hari sebaran-luas penyakit menular, serta kebiasaan-kebiasaan untuk mengobati maupun menangkalnya.

Editor: Agus Suwignyo
Cetakan Pertama, Agustus 2020
Tebal 546 halaman
Ukuran buku 15,5 cm x 23 cm
Penerbit Gadjah Mada University Press

Informasi Tambahan

Berat 500 g
Penerbit

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Tersedia