Rp78.000

Tersedia

Karya sastra memperlihatkan gambaran dunia, karakter manusia, dan permasalahan yang beragam. Tidak hitam putih. Tidak benar salah. Dilema-dilema yang dihadapi dalam kehidupan membuat orang tidak sepenuhnya bisa menjadi orang baik, tapi juga tidak akan sepenuhnya menjadi bajingan. Tokoh yang tampaknya kecu, ternyata menyimpan di dalam dirinya wajah malaikat. Sebaliknya, mereka yang dipandang alim, ternyata seorang yang jahat juga.

Karya sastra memperlihatkan dengan jitu paradoks agama. Tidak seperti dibayangkan para pemeluk teguhnya yang meyakini agama sebagai solusi permasalahan, dalam banyak hal, agama adalah permasalahan itu sendiri. Di sini, karya sastra tampil sebagai suatu kisah pergumulan hidup yang mendalam. Agama dikritik di satu pihak, tapi sekaligus tetap tidak akan ditinggalkan. Justru, pergumulan hidup itu memunculkan suatu renungan keagamaan yang baru.

Karya sastra, dengan demikian, bisa menjadi teman ngobrol yang baik untuk merenungkan paradoks yang menyerang kehidupan sekarang ini. Saya percaya orang yang mau membaca karya sastra tidak akan mudah terjerembab dalam pikiran yang sempit dan parokial.

Harus saya katakan terlebih dulu bahwa esai-esai ini bukanlah kritik sastra. Saya tidak memiliki kapasitas untuk itu, meski saya sedikit-sedikit juga menyinggung masalah yang berkaitan dengan aspek teknis penulisan, penokohan, plot, atau sudut pandang. Namun perhatian utama saya lebih pada tema keagamaan secara intrinsik, bagaimana tema itu dipilih, diolah, dibangun sebagai narasi, dan apa maknanya.

Singkatnya, yang saya ajukan adalah sebuah “pengalaman membaca”.

Informasi Tambahan

Berat 300 g
Dimensi 20 × 14 cm
Penulis

Halaman

xii + 216

ISBN

978-602-1318-99-7

Tahun

2019

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Tersedia