Pakai mode DARK - NIGHT biar ga silauwww :-p

Tentang penulis novel science fiction pertama

Apakah buku science fiction pertama? Jika Anda menjawab Frankenstein oleh Mary Shelley, maka jawaban itu kurang tepat. Juga keliru jika Anda menjawab novel-novel Jules Verne seperti Earth to the Moon dan Around the World in 80 Days. Juga bukan Time Machine oleh HG Wells.

Agak mengejutkan, novel sci-fi pertama ditulis pada abad ke-13 atau empat abad sebelum Verne menulis novelnya. Novel ini diterbitkan di Baghdad oleh seorang ahli fisika bernama Zakariya al-Qazwini.

Al-Qazwini, seperti namanya, lahir dan besar di kota Qazvin, Persia. Meski demikian, dia adalah keturunan Arab. Bahkan nasabnya sampai ke salah satu sahabat Nabi yang banyak meriwayatkan hadits: Anas bin Malik. Ia besar di keluarga yang mencintai ilmu pengetahuan. Tak heran, Zakariya kemudian menjadi seorang ilmuwan besar.

Baca juga:  Meludahi Jalan Malioboro

Selama menjadi hakim, Zakariya berkeliling ke sejumlah negara. Dari sinilah dia menccatat dan kemudian menerbitkan buku biologi, The Wonders of Creation. Ia jugua dikenal sebagai ahli geografi dan juga kimia.

Selain menulis buku-buku ilmiah, Zakariya juga menulis novel berjudul Awaj bin Anfaq yang merupakan cikal bakal novel scince fiction modern. Awaj adalah makhluk intergalaksi atau luar angkasa (alien) yang datang ke bumi untuk menyelidiki makhluk-makhluk di bumi. Familiar bukan dengan kisah seperti ini? Di bumi, Awaj kemudian mendapati sejumlah keanehan dan merasa kagum pada manusia.

Zakariya mampu memiliki fantasi sedemikian jauh karena memang ia hidup di masa ketika ilmu pengetahuan sedang tumbuh di kalangan umat Islam (Islamic Golden Age). Novel ini juga sekaligus menyiratkan bahwa kemungkinan adanya makhluk cerdas di luar bumi sudah dianggap wajar oleh para ilmuwan Islam kala itu.[]

Baca juga:  Jomblo Fundamentalis

alien - Zakariya Al-Qazwini dan Novel Alien

Komentar Anda
Kuy, disebarkan...
Tidak ada artikel lagi